Panduan Melindungi Kehamilan Umur Muda, Apa Saja yang Dilarang?

Panduan Melindungi Kehamilan Umur Muda, Apa Saja yang Dilarang?
Kehamilan jadi momen yang ditunggu- tunggu, paling utama untuk pendamping yang baru menikah serta berharap bisa momongan. Cuma saja, sebagian besar perempuan tidak sering menyadari dirinya lagi memiliki, paling utama di masa berbadan dua muda, ialah di minggu awal serta kedua.
Mengutip dari What to Expect, di dini berbadan dua muda, belum terdapat balita ataupun embrio yang nampak. Tetapi, di minggu ini, Ibu dapat mengecek dari periode haid yang tidak timbul. Dikala ini, badan mulai bekerja keras serta bersiap- siap buat membuka jalur untuk balita. Rahim pula telah mulai bersiap kehadiran sel telur yang sudah dibuahi.
Baca Pula: Bakal anak Sehat
Bunda Berbadan dua Gunakan Minyak Esensial, Nyaman ataupun Tidak Ya Ibu?
Nah, jika lagi berbadan dua 1 serta 2 minggu, maksudnya Ibu terletak di bulan awal kehamilan. Kemudian gimana metode menghitung jatuh temponya? Sesungguhnya sangat susah buat memastikan kapan tepatnya kehamilan diawali, sebab hari ovulasi yang pas memanglah susah ditentukan.
Terlebih lagi, mani dari pendamping dapat diam dalam badan Ibu sepanjang sebagian hari saat sebelum berjumpa dengan sel telur. Demikian pula, sel telur bisa bertahan sampai 24 jam menunggu mani yang terlambat timbul.
Jadi buat menghitung waktu standar kehamilan, mayoritas praktisi memakai hari awal periode haid terakhir Ibu selaku garis dini kehamilan 40 minggu.
Nah, kemudian apa yang wajib Ibu jalani di minggu dini ini supaya kehamilan senantiasa terpelihara serta mudah nantinya? Berikut ini tipsnya.
1. Cukupi kebutuhan asam folat klinik kehamilan jakarta dan bekasi
Badan bekerja lembur dikala berbadan dua. Ini membuat badan perlu banyak nutrisi. Jadi, siapkan badan Ibu buat balita, dengan komsumsi 400 mikrogram asam folat tiap hari.
Banyak riset menampilkan kalau asam folat, paling utama bila diawali pada bulan- bulan saat sebelum kehamilan, mempunyai khasiat kesehatan berarti untuk perempuan berbadan dua serta bayinya. Tercantum kurangi resiko cacat jantung bawaan, diabet gestasional, serta persalinan prematur.
2. Tanyakan dokter tentang obat- obatan
Bunda berbadan dua rentan terhadap penggunakan obat- obatan, Ibu. Jadi dikala Ibu sakit serta hendak komsumsi obat, konsultasikan dengan dokter sesegera bisa jadi tentang obat yang nyaman, ataupun yang dapat membahayakan kesehatan calon balita.
konsultasi ke dokterkonsultasi ke dokter/ Gambar: shutterstock
3. Hentikan kerutinan merokok
Tidak sempat sangat dini ataupun terlambat buat menghentikan kerutinan merokok. Merokok sangat mengganggu kesuburan serta bisa membahayakan balita yang lagi dikandung.
Merokok di dekat waktu pembuahan tingkatkan resiko kehamilan ektopik. Sebaliknya merokok yang selalu dapat tingkatkan mungkin bermacam komplikasi kehamilan, tercantum implantasi abnormal ataupun pelepasan plasenta prematur, ketuban rusak dini serta persalinan dini. Jika Ibu kesusahan, bicaralah dengan dokter tentang metode menyudahi dengan nyaman.
4. Jalani kunjungan prakonsepsi
Sudahkah Ibu menjadwalkan kunjungan prakonsepsi ataupun saat sebelum kehamilan? Ini berarti, sebab Ibu hendak belajar tentang bahaya genetik, area, serta style hidup yang bisa membahayakan kesuburan serta calon balita.
Buat mempersiapkan pengecekan prakonsepsi, kumpulkan data tentang tipe perlengkapan kontrasepsi yang dijalani, siklus haid, catatan obat- obatan yang Ibu pakai dikala ini, seluruh keadaan kronis yang dipunyai serta riwayat kesehatan keluarga.
5. Posisi seks apapun tidak permasalahan, asal aman
Lebih dari sepertiga perempuan berpikir posisi intim tertentu tingkatkan kesempatan buat berbadan dua. Tetapi ini sebagian besar cuma mitos. Mani yang sehat merupakan perenang yang luar biasa. Banyak posisi apa juga yang dapat membuat Ibu berbadan dua, jadi hendaknya seleksi satu yang sangat berikan kesenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *